Bagi kebanyakan partai politik, para politisi, dan LSM di Indonesia, nama Friedrich-Naumann-Stiftung für die Freiheit (FNS) sudah tidak asing lagi. Berawal dari tahun 1969, begitu banyak kerjasama yang selama ini telah dilakukan dan terjalin dengan baik antara FNS dengan sejumlah mitra kerjanya. Tak lupa pula, berbagai pelatihan yang menyangkut peningkatan kapasitas anggota dewan, pelatihan media untuk politisi “Bagaimana Tampil di TV dengan Baik”, pelatihan cara membuat blog, dan banyak lainnya.
Berkat pelatihan dan kerja keras yang dilakukan, FNS telah membantu melahirkan sejumlah politisi muda yang kini bertarung di kancah politik. Selain itu, tak terhitung banyaknya LSM yang telah mendapat pendampingan dari FNS selama ini. Maka tak heran ketika FNS memilih tema “Kemitraan Sepanjang Sejarah” untuk perayaan ulang tahun ke-40 ini yang dirayakan pada tanggal 4 November 2009 lalu.
Suasana ketika makan malam
Acara perayaan yang dilangsungkan di Gedung Arsip Nasional Gajah Mada ini dihadiri oleh lebih dari 150 tamu undangan yang tentunya juga merupakan mitra kerja FNS selama ini. Uniknya, pesta perayaan ini tak hanya dihadiri oleh para pejabat tinggi partai politik, tapi nampak juga sejumlah pedagang kaki lima (PKL) ikut memeriahkan pesta perayaan ini. PKL-PKL tersebut sengaja didatangkan untuk menjajakan makanan mereka agar bisa dicicipi oleh para tamu undangan. Pemandangan tiga belas gerobak khas para PKL tersebut justru menambah semaraknya acara malam itu.
Para PKL berjajar menawarkan sajian makanan mereka untuk para tamu
Selain bekerja di ranah politik, FNS ternyata memiliki perhatian di bidang ekonomi, khususnya sektor kecil seperti PKL. Berbagai diskusi serta dialog pernah dilakukan antara FNS dengan asosiasi PKL guna mensosialisasikan isu seputar hak kepemilikan serta bertukar cerita dengan para PKL tentang keseharian mereka dalam menghadapi aturan hukum yang berlaku.
Acara malam itu dimulai dengan hidangan makan malam. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan melihat pameran foto FNS yang telah dirangkai dengan indah berdasarkan tema bidang kerja FNS pada masing-masing waktu. Nampak beberapa foto yang diambil ketika FNS baru saja melakukan kerjasamanya yang pertama dengan LP3ES pada tahun 1969.
Pameran foto "Kemitraan Sepanjang Sejarah" menyajikan foto-foto kegiatan FNS dari masa ke masa
Penghargaan yang tinggi juga diberikan kepada Gus Dur atas jalinan kerjasama yang erat yang selama ini telah dijalani bersama. Bisa dikatakan, Gus Dur dan FNS sudah mulai bekerjasama semenjak awal FNS berada di Indonesia hingga kini.
Para tamu undangan sedang mendengarkan pidato pembukaan
Nampak tamu yang hadir pada malam itu diantaranya adalah Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Dr. Norbert Baas beserta istri, Ketua Yayasan FNS, Dr. Wolfgang Gerhardt, Ketua Departemen Politik Internasional, Mr. Harald Klein, Kepala Regional Asia Tenggara dan Asia Timur, Dr. Rainer Adam, Gus Dur, Bp. Tosari Widjaja, Prof. Wardiman Djojonegoro, Dr. Syamsul Maarif, Bp. Kholiq Arief, Bupati Wonosobo, Bp. Aceng K.M. Fikri, Bupati Garut, serta sejumlah anggota parlemen Indonesia, dan mitra kerja FNS lainnya.