FNS Indonesia mengorganisir sumbangan untuk membantu Korban Gempa Sumatera
Pada tanggal 6 Oktober 2009, FNS Indonesia mengorganisir sebuah aksi solidaritas bagi korban gempa di Sumatera Barat, Indonesia. Aksi ini dilakukan pada saat acara diskusi yang diadakan di kantor FNS Indonesia dalam rangka merayakan peningkatan jumlah suara yang diperoleh Free Democrat Party Jerman pada pemilu parlemen lalu.
Pada pembukaan diskusi, Nur Rachmi, Programme Officer untuk Pemerintahan Lokal meminta kepada para tamu untuk sesaat menundukkan kepala dan memanjatkan doa dan juga untuk memberikan sumbangan sukarela bagi para korban gempa tersebut. Setelah itu, amplop pun dibagikan kepada para tamu dan mereka pun diminta untuk menaruh sumbangan mereka di dalam amplop tersebut lalu memasukkannya ke dalam kotak yang tersedia.
Ket. Foto: Nur Rachmi sedang memastikan dan menghitung jumlah barang
Sebanyak dua puluh empat amplop terhitung ada di dalam kotak sumbangan. Uang yang terkumpul di dalam dua puluh empat amplop tersebut adalah sebanyak Rp. 3,5 juta dalam bentuk uang tunai. Uang tersebut telah dibelikan untuk barang-barang kebutuhan untuk perempuan dan anak-anak seperti susu dan makanan bayi, pakaian anak, selimut, dan produk-produk sanitasi untuk perempuan dan anak-anak. Barang-barang tersebut akan dikirim ke Sumatera Barat oleh kelompok anggota Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta, yang telah mengorganisir pengiriman bantuan ke Padang, Sumatera Barat tiap 3 hari sekali.
Ket. Foto: Nur Rachmi sedang menghitung dan mencatat ulang barang
Sebagaimana telah diketahui bahwa gempa yang melanda Sumatera Barat adalah sebesar 7.6 skala richter pada jam 17.16 sore pada hari Rabu, tanggal 30 September 2009 lalu. Ribuan rumah, gedung pemerintahan dan sekolah roboh yang membuat ratusan orang terkubur dibawah reruntuhannya, dan banyak lainnya kehilangan tempat tinggal mereka dan menderita sakit dan kelaparan. PBB memberikan estimasi bahwa angka korban yang meninggal lebih dari 3000 orang. Ratusan lainnya dinyatakan hilang.
Pendistribusian bantuan mengalami kekacauan dan terhalang oleh tidak adanya koordinasi diantara para pejabat pemerintah. Sejumlah organisasi masyarakat telah dibentuk untuk mendistribusikan makanan, minuman dan juga persediaan lainnya ke daerah yang tertimpa bencana dengan lebih cepat lagi.
Ditulis oleh:
Nur Rachmi, FNF- Programme Officer for Local Governance Support