Pertumbuhan Ekonomi Asia dan Indonesia: Laporan Asian Development Bank
Bank Pembangunan Asia (ADB) merevisi prediksinya terhadap pertumbuhan Asia selama tahun 2007 dari 7,6 persen menjadi 8,3 persen. Revisi tersebut dilakukan karena melihat pertumbuhan ekonomi Asia yang tinggi pada semester I-2007, terutama China dan India yang berkontribusi sebanyak 55,3 persen terhadap keseluruhan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Dalam laporan yang diluncurkan pada tanggal 18 September 2007 tersebut, yaitu Asian Development Outlook 2007 update, disebutkan laju pertumbuhan PDB China pada semester I-2007 merupakan yang tercepat dalam 13 tahun terakhir. Sementara bagi India, pertumbuhan ekonomi pada periode itu merupakan yang terkuat sejak 18 tahun terakhir.
Dalam laporan tersebut dinyatakan bahwa pada tahun 2008 kondisi perekonomian mengalami sedikit penurun, akibat kondisi buruk perekonomian Amerika Serikat, menjadi hanya 8,2 persen.
Tantangan ke depan masih berkisar soal dampak melambatnya perkonomian Amerika Serikat. Masalah flu burung, deopolitik, dan resiko keamanan juga masih menjadi tantangan bagi negara-negara Asia. Sementara di beberapa negara ketidakpastian politik akan menjadi resiko tambahan bagi penurunan pertumbuhan ekonomi.
Di Asia Timur diperkirakan akan tumbuh sekitar 8,9 persen, dengan China sebagai motor utama penggerak pertumbuhan yang diperkirakan akan tumbuh sekitar 11,2 persen. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh ekspor, investasi besar, dan tingginya konsumsi domestic.
Di Asia Tenggara secara keseluruhan diharapkan bisa bertumbuh 6,1 persen pada tahun 2007. Sektor swasta yang lebih dinamis akan membantu Vietnam tumbuh di level 8,3 persen pada 2007, dan Philippine diperkirakan tumbuh 6,6 persen setelah negara tersbut membukukan pertumbuhan semester I-2007, yang merupakan angka tertinggi dalam 20 tahun terakhir.
Dalam laporan ADB tersebut ddinyatakan konsumsi swasta dan investasi di Indonesia selama paruh pertama 2007 menujukkan penguatan. Hal diperkirakan masih akan bertahan di semester II. Selain itu peningkatan ekspor yang kuat akan membawa Indonesia tumbuh 6,2 persen pada tahun ini.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya untuk mendorong pertumbuhan investasi, namun reformasi yang jauh lebih berarti dibutuhkan, terutama dalam hal implementasi berbagai kebijakan yang telah disetujui.