Debat Terpilihnya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Golkar 2009-2014
Aburizal Bakrie terpilih sebagai ketua umum baru Partai Golkar, mengalahkan pesaing terdekatnya sesama konglomerat, Surya Paloh, dengan keunggulan sekitar 50 suara. Aburizal Bakrie meraih 297 suara dan Surya Paloh 239 suara. Sampai-sampai para pendukung dan wartawan mulai mengerubungi Aburizal Bakrie.
Sementara dua calon lain, Yudi Krisnandi yang menawarkan arah baru dan Tommy Soeharto yang kontroversial, tak memperoleh satu pun suara. Kemenangan Aburizal Bakrie yang sering dipanggil Ical, dipastikan akan mengarahkan Golkar pada kedekatan dengan pemerintahan baru Susilo Bambang Yudhoyono. Ini memunculkan kecemasan tidak akan adanya oposisi yang berarti, mengingat sebelumnya PDI Perjuangan yang sebelumnya lantang, juga tampak mendekat pada koalisi pemerintah pimpinan Partai Demokrat.
Pengamat politik Eep Syaiful Fatah menilai, dalam jangka pendek, ini bisa dikatakan sebagai kemenangan Aburizal. Namun Golkar harus awas. "Jangan-jangan ini kemenangan jangka panjang [partai] Demokrat dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Eep.
Nada pesimistis juga dilontarkan pengamat politik Effendi Ghozali. Menurut dia, Golkar tak akan banyak berubah di bawah kepemimpinan Ical. Effenfi menilai, seperti yang sudah-sudah, partai berlambang pohon beringin akan "mengekor" ke penguasa.
Saat perhitungan suara selesai, panitia mengingatkan agar para fotografer dan peserta munas untuk kembali ke tmpat duduk. Lagu Padamu Negeri pun berkumandang.
Usai pengesahan Ketum Terpilih Aburizal Bakrie menyampaikan pidato kemenangan. Abrizal Bakrie akan menggantikan Mohammad Jusuf Kalla yang menjadi Ketua umum DPP Partai Golkar masa bakti 2004-2009. Dengan demikian, pemungutan suara tahap kedua otomatis tidak ada. Dan Ical, begitu panggilan Aburizal, menjadi Ketua Umum Partai Golkar terpilih untuk lima tahun mendatang.