07 September 2010    
Pencarian
Beranda
Tentang FKPPR
Aktivitas
Berita
Artikel
Pusat Data
Album Foto
Suara Muda Demokrasi
Buku Tamu
Agenda
Links
Arsip
Quiz
 

Download Center
Wawancara Radio Singapore International (RSI) tentang Pelatihan Blogging untuk Politisi
Laporan Survei Posko Pilkada DKI Jakarta 2007
Selengkapnya » 

Suara Muda Demokrasi
Politik Simbolisme   

PUSAT DATA

Pusat DataPartai PolitikParlemenUmum

Golkar Harus Manfaatkan 5 Momentum untuk Jadi Besar

Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar Oktober ini harus dijadikan salah satu dari lima momentum penting untuk bangkit. Jika tidak, maka keberadaan Golkar sebagai partai tidak akan lagi bisa bertahan.

Pernyataan ini disampaikan pengamat politik Eep Syaifullah Fatah. Dia memberikan keterangan bersama pengamat politik CSIS J Kristiadi sebelum menjadi pembicara dalam pelaksanaan konsolidasi Golkar di Sumut menjelang pelaksanaan Munas.

Menurut Eep, Munas merupakan momentum penting pertama yang harus diambil Golkar, yakni dengan memilih ketua umum yang dapat memposisikan Golkar. Apapun pilihannya, kata Eep, akan sangat mempengaruhi langkah-langkah Golkar hingga Pemilu 2014.

"Adalah keliru memandang Munas hanya sebagai Munas saja. Munas ini merupakan salah satu momentum penting dari lima momentum yang harus diraih Golkar," ujar Eep.

Empat momentum lainnya, ujar Eep, yakni sikap Golkar dalam pemerintahan dan DPR, apakah berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi seperti yang dilakukan PDI Perjuangan, atau ikut di dalam pemerintahan. Pilihan-pilihan itu akan memberi pengaruh yang besar.

Sementara momentum ketiga, yakni pelaksanaan 248 pilkada yang berlangsung antara 2010 hingga 2013 di seluruh Indonesia. Sedangkan momentum keempat yakni masa krusial pada 2013-2014, menjelang pemerintahan SBY-Boediono mengakhiri masa tugasnya.

"Pada momen seperti ini, wujud oposisi politik terhadap pemerintahan akan nampak. Ini siklus lima tahunan politik Indonesia. Partai-partai akan menjadikan momen ini untuk mendulang simpati dan modal politik. Pada saat ini Partai Demokrat sebagai pendukung utama SBY-Boediono akan sendirian. Bagaimana sikap Golkar pada saat itu?" ujar Eep.

Menurut Eep, bersebrangan dengan pemerintahan bisa jadi akan menyelamatkan Golkar. Eep mencontohkan PDI Perjuangan yang bersikap oposisi dan kaitannya dengan perolehan suara Megawati-Prabowo dalam Pilpres. Sikap oposisi itu termasuk mendulang suara bagi Megawati-Prabowo, walau sebenarnya Megawati dinilai 'tidak laku jual'.

Keempat mommentum tersebut akan sangat menentukan perolehan suara pada Pemilu 2014 yang merupakan momentum kelima. Jika empat momentum pertama tidak berhasil diraih Golkar, maka Golkar kemungkinan besar hanya akan menjadi bagian dari sejarah saja.

 

Sumber:

http://www.detiknews.com/

 

Copyright © Forum Politisi 2009






 Versi Cetak  Kirim ke Teman Nilai Artikel Ini:
   Rating saat ini: 3 dari 5

Artikel Terkait:
Hari Ini, KPU Surabaya Buka Pendaftaran Walikota 11 Maret 2010
PDIP Nilai Golkar Tetap Pesaing Pemilu 2014 22 Desember 2009
Debat Terpilihnya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Golkar 2009-2014 20 Oktober 2009
Sosialisasi Melawan Golput 27 Januari 2009
JK Harus Gebrak Atas Pelecehan Lembaga Survei 16 Januari 2009

Komentar-komentar:
[Belum ada komentar. Anda bisa menjadi yang pertama untuk memberikan komentar mengenai artikel ini.]

Berikan komentar Anda tentang artikel ini::
Nama*
Email*
Website
IP Anda 38.107.191.86
Komentar Anda*
 
   
(c) 2010 Forum-Politisi.org