Kunjungan Persahabatan Anggota Partai D66 Belanda Ke DPP Partai Demokrat
DPP Partai Demokrat, Selasa,(20/7/2010), dikunjungi oleh anggota termuda salah satu partai politik di negeri Belanda yang dikenal dengan D66. Lawatan ini merupakan suatu kunjungan persahabatan antara kader Partai Demokrat Sdr. Agustinus Tamo Mbapa dengan Sdr. Dennise yang merupakan kader termuda di partai D66. Dalam kunjungan tersebut, Sdr. Dennise yang ditemani oleh Sdri. Christina tiba dikantor DPP Partai Demokrat pada Pkl. 16.05 WIB ditemui oleh Sdr. Agustinus Tamo Mbapa (akrab disapa Gustaf) dan istri beserta Sdr. Hasyim Husein melangsungkan suatu pembicaraan yang bersifat untuk saling bertukar pengalaman dan wawasan.
Dalam pembicaraan tersebut, Dennise menjelaskan bahwa partai D66 atau Partai Demokrat 66 di negeri Belanda merupakan suatu partai politik yang memiliki ideologi liberal dan kini merupakan salah satu partai terbesar di negeri Belanda. Segmentasi politik di negeri Belanda lebih ditekankan kepada agama sehingga ada partai Katolik dan partai Protestan tetapi ada juga partai politik yang bersifat demokratis liberal dan sosialis. Dengan adanya Uni Eropa saat ini maka seluruh warga negara Belanda juga memiliki perwakilan di parlemen Uni Eropa dan tergabung dalam satu fraksi dengan Partai FNS dari negara Jerman. Warga Belanda yang berjumlah 16 juta orang dan 1 juta penduduk diantaranya merupakan penduduk muslim imigran dan dengan hadirnya 1 juta penduduk muslim imigran tentunya dapat membantu perolehan suara bagi partai liberal di Belanda.
“Indonesia yang menganut paham presidensil dan masih memiliki keterkaitan dengan sistem parlementer sehingga ada beberapa lembaga tinggi maupun lembaga tertinggi negara, seperti halnya MPR, DPR, DPD dan lainnya. Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) sebagai lembaga tertinggi negara memiliki kewenangan untuk menyusun atau merubah konstitusi, sedangkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga tinggi memiliki fungsi sebagai legislasi, pengawasan dan anggaran ‘budgetting’. Lalu untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) memiliki fungsi sebagai legislasi, pertimbangan dan pengawasan pada bidang-bidang terkait, seperti otonomi daerah, hubungan pusat dengan daerah dan sebagainya,” ujar Gustaf.
Dan tentunya, sambung Gustaf, tokoh-tokoh yang duduk sebagai merupakan representatif suara rakyat melalui suatu pemilihan umum yang diatur pelaksanaannya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, untuk ditingkat Provinsi dan kabupaten/kotamadya yang ada hanyalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang juga merupakan suatu representatif suara rakyat di daerah melalui proses pemilihan umum. Tugas DPR dengan DPRD adalah sama hanya saja jangkauan tugas DPR secara nasional sedangkan DPRD jangkauannya kedaerahan.
Denisse menanggapi, di negeri Belanda juga ada dua tingkatan parelementer diluar parlemen Uni Eropa yakni untuk tingkat regional dan distrik. Ada dua belas distrik disana dan untuk menjadi seorang anggota parlemen ditingkat regional maka seorang kandidat harus memperoleh suara terbanyak dari enam distrik. Dan masing-masing partai memiliki televisi network namun itu hanya untuk segmentasi bisnis sehingga tidak ada hubungan langsung dengan partai politik yang bersangkutan.
“Apakah ada instrumen di Indonesia yang mampu berposisi sebagai pemersatu dari suatu kebijakan atau isu yang dihadapi sehingga kebijakan ataupun isu tersebut dapat segera untuk ditindak-lanjuti maupun disikapi ? Hal ini mengingat Indonesia memiliki kemajemukan dalam segi budaya, teritorial maupun populasinya,” Christina mulai angkat bicara.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Hasyim Husein menjelaskan bahwa Indonesia ada mengenal istilah koalisi dan untuk saat ini dimana Partai Demokrat sebagai partai politik terbesar di Indonesia dan menjalin koalisi besar bersama lima partai politik lainnya seperti Partai GOLKAR, PAN, PKS, PKB, dan PPP. Koalisi ini terbentuk saat pemilihan presiden dan wakil presiden di tahun 2009 lalu. Namun tentunya dalam suatu koalisi pasti akan terjadi suatu guncangan seiring arus perpolitikan nasional dan partai-partai yang masih memegang teguh komitmen koalisi dengan Partai Demokrat hanyalah beberapa saja seperti Partai Golkar, PKB, PPP dan PAN sementara yang lainnya memposisikan untuk berjalan mengikuti arah perkembangan politik.
“Partai Demokrat kini merupakan suatu ikon baru sebagai partai kaum muda di Indonesia, karena Ketua Umum DPP Partai Demokrat terpilih berdasarkan hasil Kongres pada bulan Mei lalu Anas Urbaningrum adalah sosok tokoh muda yang kini berusia 41 tahun sedangkan sekretaris jenderal DPP Partai Demokrat yang merupakan putra dari Presiden RI DR. Susilo Bambang Yudhoyono juga merupakan tokoh muda yang saat ini berusia 29 tahun,” ungkap Gustaf sebelum mengakhiri pertemuan.
Setelah mendengar paparan tersebut, Dennise dan Christina merasa terkejut dan terkagum-kagum bahwa ada tokoh muda yang duduk dan tampil sebagai pemimpin organisasi partai politik terbesar di Indonesia. Dan menurut pandangan mereka, ini merupakan suatu perjalanan sejarah demokrasi yang sangat baik bagi Indonesia dan mungkin perlu juga untuk dicontoh bagi negara lain.
Dengan adanya suatu pembicaraan yang hangat saat kunjungan persahabatan ini, diharapkan melalui pertemuan singkat sekarang ini maka nantinya akan dapat tercipta suatu hubungan komunikasi dan kerjasama yang baik antara Partai Demokrat di Indonesia dengan Partai D66 di negeri Belanda dalam suatu metode khusus maupun metode-metode lainnya. Kunjungan persahabatan awal ini merupakan salah satu kunci pembuka bagi Partai Demokrat untuk mewujudkan suatu percepatan yang lebih baik menuju pencapaian partai yang modern.