07 September 2010    
Pencarian
Beranda
Tentang FKPPR
Aktivitas
Berita
Artikel
Pusat Data
Album Foto
Suara Muda Demokrasi
Buku Tamu
Agenda
Links
Arsip
Quiz
 

Download Center
Wawancara Radio Singapore International (RSI) tentang Pelatihan Blogging untuk Politisi
Laporan Survei Posko Pilkada DKI Jakarta 2007
Selengkapnya » 

Suara Muda Demokrasi
Politik Simbolisme   

Berita


Puan Maharani : PDIP Bukan Oposisi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani kembali menegaskan partainya saat ini tidak dalam posisi koalisi maupun oposisi tetapi cenderung pada kekuatan penyeimbang pemerintah.

"Kita harus realistis bahwa suara kita tidak kuat baik di pusat maupun secara nasional," kata Puan Maharani, di Palangkaraya, Senin, saat membuka Rapat Kerja Daerah IV DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah.

Puan mengatakan, peta kekuatan suara PDI Perjuangan di pusat hanya 94 orang yang duduk di kursi DPR demikian juga secara nasional dengan hanya meraih 14 persen suara hasil Pemilu 2009.

Dengan kekuatan seperti itu, Puan mengatakan, bila partainya memaksakan menjadi oposisi maka tetap tidak bisa mengalahkan kekuatan koalisi yang digalang Partai Demokrat.

Posisi penyeimbang itu juga telah diarahkan dengan tegas oleh Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, kata Puan.

"Tetapi sebagai penyeimbang, kita bisa ikuti apa yang dimainkan oleh mereka (koalisi). Sehingga saat kebijakan mereka prorakyat, kita mendukung. Namun saat kebijakan tidak prorakyat, kita bisa mengkritisi," tegasnya.

Sementara itu sebagai upaya regenerasi partai menghadapi Pemilu 2014 mendatang, Puan meminta kader dan pengurus mulai melakukan kerja politiknya mulai tahun depan.

Ia berharap, kader-kader mendatang lebih banyak yang berjiwa muda untuk maju bersamanya mengembangkan partai agar lebih besar.

Selain itu, kaderisasi partai juga diharapkan tetap menerapkan prinsip 30 persen kuota untuk perempuan guna mempersiapkan calon-calon anggota legislatif dari kaum hawa yang saat ini masih sangat sedikit.

"Di DPP PDIP sendiri hanya ada empat perempuan. Saya minta di daerah dapat dikembangkan kuota perempuan 30 persen nantinya," kata Puan.

Khusus untuk regenerasi pengurus, ia menegaskan agar para kader hanya memilih pengurus yang berpotensi, memiliki loyalitas, dan mau berkontribusi untuk partai.

Loyalitas saja, menurutnya, tidak cukup karena yang dibutuhkan partai adalah yang mau berkontribusi membesarkan partai dan tidak melupakan jasa partai apabila telah berhasil menempatkannya duduk di kursi eksekutif maupun legislatif nantinya.

"Yang jadi Caleg jangan lupa dengan partai, kalau lupa evaluasi saja. Mereka duduk itu karena rakyat di bawah bendera PDIP," tegas Puan.

 

Sumber:

http://www.antaranews.com/

 

 

 

 

 

Copyright © Forum Politisi 2009



 Versi Cetak  Kirim ke Teman Nilai Artikel Ini:
   Rating saat ini: 4 dari 5

Artikel Terkait:
Merevisi Struktur Pengurus PDIP 07 April 2010
PDIP Nilai Golkar Tetap Pesaing Pemilu 2014 22 Desember 2009
Koalisi Demokrat-PDIP 15 Mei 2009
Episode 5: Taruna Merah Putih 11 September 2008
PDIP Punya Rumah Perempuan 11 September 2008

Komentar-komentar:
dede dari 202.70.51.22 pada 03 Januari 2010:
bahwa kebijakan sby-boed itu pro atau tdk pro-rakyat bagaimana ngukurnya neng puan ? kalo gitu PDIP jadi kyk angin2an yach kadang dukung kadang tidak he2

Berikan komentar Anda tentang artikel ini::
Nama*
Email*
Website
IP Anda 38.107.191.89
Komentar Anda*
 
   
(c) 2010 Forum-Politisi.org