09 Pebruari 2010    
Pencarian
Beranda
Tentang FKPPR
Aktivitas
Berita
Artikel
Pusat Data
Album Foto
Suara Muda Demokrasi
Buku Tamu
Agenda
Links
Arsip
Quiz
 

Download Center
Wawancara Radio Singapore International (RSI) tentang Pelatihan Blogging untuk Politisi
Laporan Survei Posko Pilkada DKI Jakarta 2007
Selengkapnya » 

Suara Muda Demokrasi
Politik Simbolisme   

Berita


Pemerintahan Baru Libanon Terbentuk

Lima bulan setelah diselenggarakannya pemilihan parlemen, Libanon membentuk pemerintahan baru. Perdana Menteri Saad Harriri yang didukung negara-negara Barat mengumumkan kabinet baru yang terdiri dari 30 menteri.

 

Akhirnya pemerintahan kesatuan nasional  terbentuk. Demikian dikatakan Perdana Menteri Saad Hariri setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Michel Suleiman. Ditambahkannya, dengan terbentuknya kabinet kesatuan nasional, Libanon memasuki babak sejarah yang baru. Di waktu belakangan, pembentukan kabinet selalu mengalami kegagalan. Sebagian diantaranya akibat kekacauan dan krisis yang melanda Libanon. 

 

Dalam Kabinet Libanon yang baru terdapat 15 menteri yang berasal dari kelompok mayoritas di parlemen yang pro Barat, 10 menteri dari kelompok oposisi yang pro Suriah di bawah pimpinan kelompok Hisbullah dan lima menteri lainnya adalah pengikut dari Presiden Michel Suleiman.

 

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon menyambut terbentuknya kabinet kesatuan nasional  di Libanon, setelah melewati  perundingan yang alot. Dalam sebuah penjelasan yang dikeluarkan di New York, Ban Ki Moon menunjukkan rasa puas dengan terbentuknya pemerintah baru, lima bulan setelah pemilihan  parlemen. Ia menyerukan kepada pemerintah baru untuk melanjutkan kerjasama dengan semangat persatuan dan dialog. Ban Ki Moon menuntut pemerintah baru di Libanon agar mentaati resolusi PBB nomor 1701, yang mengakhiri perang antara Israel dan pejuang Hisbullah di Libanon, pertengahan tahun 2008 lalu.  Ucapan selamat juga datang dari Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan pemerintah Italia. Terbentuknya  pemerintahan baru di Libanon digambarkannya sebagai sesuatu yang sangat positif bagi masa depan Libanon dan kawasan Timur Tengah secara menyeluruh.

 

Beberapa waktu lalu, kelompok  Hisbullah menyetujui dibentuknya pemerintahan kesatuan nasional. Dalam pemilihan parlemen tanggal 7 Juni lalu, kelompok pro Barat yang dipimpin Saad Hariri memenangkan pemilihan. Sejak itu, Saad Hariri, putera dari mantan Perdana Menteri Rafik Harriri yang  terbunuh, berusaha membentuk pemerintahan. Tapi selalu mengalami kegagalan. Bulan September lalu, ia menghentikan usahanya. Beberapa hari kemudian, Presiden Michel Sulaiman kembali menugaskannya untuk membentuk pemerintahan yang baru.

 

Di Libanon tercatat 18 kelompok agama yang diakui. Yang terbesar adalah kelompok Islam Sunni dan Syiah, kemudian kelompok agama Maronit, Kristen ortodoks dan Druse. Selain itu, ratusan ribu warga Palestina ditampung di Libanon yang berpenduduk sekitar 4 juta jiwa ini. Sistem politik di Libanon sejak berdasawarsa berdasarkan perimbangan kekuatan kelompok  tersebut, yang sering dipengaruhi pihak luar. Perdana Menteri Saad Hariri antara lain didukung oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi. Sedangkan kekuatan lainnya, seperti kelompok Hisbulah didukung Suriah dan Iran.

 

 

 

Sumber:

 

http://www.dw-world.de/

 

 

 

 

Copyright © Forum Politisi 2009



 Versi Cetak  Kirim ke Teman Nilai Artikel Ini:
   Rating saat ini: 4 dari 5

Artikel Terkait:
Parlemen Turun Tangan untuk Urusan Peluk-Memeluk 26 Januari 2010
Pemilu Irak Kemungkinan Tanggal 27 Februari 2010 15 Desember 2009
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Menunda Pemilu Nasional 04 Desember 2009
Hasil Pemilu Jerman 2009 30 September 2009
Yunani Akan Gelar Pemilu Parlemen Dini 23 September 2009

Komentar-komentar:
[Belum ada komentar. Anda bisa menjadi yang pertama untuk memberikan komentar mengenai artikel ini.]

Berikan komentar Anda tentang artikel ini::
Nama*
Email*
Website
IP Anda 38.107.191.95
Komentar Anda*
 
   
(c) 2010 Forum-Politisi.org