09 September 2010    
Pencarian
Beranda
Tentang FKPPR
Aktivitas
Berita
Artikel
Pusat Data
Album Foto
Suara Muda Demokrasi
Buku Tamu
Agenda
Links
Arsip
Quiz
 

Download Center
Wawancara Radio Singapore International (RSI) tentang Pelatihan Blogging untuk Politisi
Laporan Survei Posko Pilkada DKI Jakarta 2007
Selengkapnya » 

Suara Muda Demokrasi
Politik Simbolisme   

Berita


JK Harus Gebrak Atas Pelecehan Lembaga Survei

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla seharusnya segera membuat gebrakan besar untuk menegakkan harkat dan martabat partai karena tindak pelecehan sejumlah lembaga survei maupun Partai Demokrat sudah sangat keterlaluan merendahkan partai berlambang pohon beringin ini.

Tokoh senior Partai Golkar (PG), Zainal Bintang, yang juga Dewan Penasihat Ormas MKGR (salah satu organisasi pendiri partai itu), mengatakan hal ini, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan itu, merespons hasil `polling` beberapa lembaga survei, yang hanya mengambil data secara random dari sekitar 2000 warga dari berbagai kota, tetapi seolah-olah itu sudah menggambarkan 120 jutaan pemilih di Indonesia.

Zainal Bintang dkk juga merasa amat tersinggung dengan sikap serta pernyataan kalangan Partai Demokrat mengenai posisi serta jabatan Wakil Presiden (Wapres).

"Makanya, sekali lagi, saya atas nama kawan-kawan kader Partai Golkar se-Indonesia, mendesak JK (maksudnya Jusuf Kalla), sebagai Ketua Umum PG, untuk menegakkan harkat dan martabat PG. Karena, pelecehan beberapa lembaga survey (yang terus menempatkan PG di urutan bawah), sudah keterlaluan merendahkan PG, ditambah lagi penghinaan Partai Demokrat," kata Zainal Bintang yang juga menjabat Ketua Departeman Tenaga Kerja dan Transmigrasi DPP Partai Golkar.

Zainal Bintang juga menyatakan, sesuai nilai-nilai Orang Bugis Makassar, tindakan-tindakan di atas itu namanya sudah menyangkut soal `Siri` (kehormatan tertinggi).

"Makanya, JK wajib menegakkan `Siri` PG. Itu hal utama yang kedua, setelah yang pertama tadi menegakkan harkat dan martabat partai," tandasnya berapi-api. Harus diingat, katanya mengingatkan, dalam sejarahnya, PG bukan partai "peminta-minta" jabatan.

"PG itu partai yang telah berjasa membangun bangsa ini, telah mencetak ribuan kader terbaik bangsa. Karena itu, hal yang ketiga yang perlu kami ingatkan, bahwa Parpol lain tidak punya hak ngatur-ngatur posisi Ketua Umum PG, apakah harus Wakil Presiden (Wapres) atau apa kek, PG punya harga diri tersendiri," tegasnya.

Hal kelima yang perlu dilakukan segera, menurutnya, ialah, JK dan tokoh-tokoh PG jangan tinggal diam saja. "Kalau JK tidak berani tampil menegakkan harga diri PG, saya bersedia dan sanggup maju menegakkan `Siri`nya PG.

 

 

Sumber:

http://www.antara.co.id/

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © Forum Politisi 2009



 Versi Cetak  Kirim ke Teman Nilai Artikel Ini:
   Rating saat ini: 3 dari 5

Artikel Terkait:
PDIP Nilai Golkar Tetap Pesaing Pemilu 2014 22 Desember 2009
Debat Terpilihnya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Golkar 2009-2014 20 Oktober 2009
Golkar Harus Manfaatkan 5 Momentum untuk Jadi Besar 02 Oktober 2009
WAPOR Membatalkan Larangan Mengeluarkan Polling Pemilu di Yunani 14 Agustus 2009
Jusuf Kalla Pulang Kampung 28 Juli 2009

Komentar-komentar:
[Belum ada komentar. Anda bisa menjadi yang pertama untuk memberikan komentar mengenai artikel ini.]

Berikan komentar Anda tentang artikel ini::
Nama*
Email*
Website
IP Anda 38.107.191.86
Komentar Anda*
 
   
(c) 2010 Forum-Politisi.org